Diduga Kampanye Tidak Beradab Di Masjid, Denny Indrayana Dilaporkan

  • Home /
  • Artikel /
  • Diduga Kampanye Tidak Beradab Di Masjid, Denny Indrayana Dilaporkan

Diduga Kampanye Tidak Beradab Di Masjid, Denny Indrayana Dilaporkan

BANJARMASIN, Goodnews.co.id - H. Muhammad Hasan Kembali melaporkan adanya dugaan pelanggaran kampanye Calon Gubernur Kalimantan Selatan Denny Indrayana ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Senin (5/4/2021).

Laporan pelanggaran kampanye Denny Indrayana, diduga terjadi di Masjid Nurul Iman Jalan Prona 1 RT 12 Kelurahan Pamurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan, Rabu (31/3/2021) lalu. 

Melalui Kuasa Hukumnya, Rivaldi SH dan Koalisi Rakyat Banjar -Sadar Bahaya Pemimpin Politik Pecah Belah dan Politik Sara- (KORBAN-PEMBESAR), Muhammad Hasan membawa saksi dan lampiran bukti. 

img-1617597216.jpg

Awal mula peristiwa terjadi pada hari Rabu Tanggal 31 Maret 2021 sekitar pukul 06.30 Wita di Masjid Nurul Iman, Jalan Prona I RT.11 Kelurahan Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, melaksanakan sholat subuh dilanjutkan ceramah oleh  Denny Indrayana. Kejadian tersebut mendapat reaksi dari DPD Pemuda Islam Kalimantan Selatan H. Muhammad Hasan.

“Kegiatan tersebut jelas-jelas bukan merupakan kegiatan sholat subuh, karena sebelumnya Denny Indrayana telah melakukan sholat subuh berjamaah di masjid lain yakni Masjid Jami’ Kamaruddin dan setelah sholat subuh berjamaah di masjid jami’ Kamaruddin tersebut barulah Denny Indrayana menuju ke Masjid Nurul Iman dan sesampainya di masjid Nurul Iman, Denny Indrayana berpidato dan berorasi terkait hal-hal seputaran memperkenalkan atau mempromosikan dirinya, serta hal-hal yang berbau pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel”, kata Hasan. 

Menurut Hasan, Denny menyampaikan beberapa kalimat-kalimatnya menyerukan pemilihan pemimpin Kalsel pada PSU pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel yang akan datang.

“Kejadian ini patut diduga adalah sebuah peristiwa pelanggaran kampanye karena Denny Indrayana telah menggunakan sarana ibadah sebagai tempat kampanye dan pada Pemungutan Suara Ulang Kepala Daerah Gubernur dan Wakil gubernur Kalimantan nanti tidak ada lagi agenda kampanye,” ungkapnya. 

Semetara itu, Zul Fahmi dari Koalisi Rakyat Banjar-Sadar Bahaya Pemimpin Politik Pecah Belah dan Politik Sara (KORBAN-PEMBESAR) sangat mendukung upaya pelaporan tersebut. 

Zul Fahmi menilai tindakan serta upaya-upaya yang dilakukan calon pemimpin Kalsel semakin menghawatirkan dan menjadi-jadi. Demi mengejar perolehan suara, rela melakukan hal-hal yang tidak pantas, serta mengobrak-abrik norma-norma yang hidup ditengah masyarakat kalsel. 

“Perang opini di media, perang issue, serta saling menjatuhkan lawan politik dengan cara-cara mencari bahkan mengada-adakan fitnah terhadap lawan politiknya seolah-olah adalah hal yang wajar dan tanpa malu dipertontonkan kepada masyarakat Kalsel yang notabene adalah masyarakat yang beradab, berbudaya dan menjunjung tinggi rasa persaudaraan,” ungkapnya. 

Kini upaya-upaya saling menjatuhkan itu dilakukan secara membabi buta, bagaikan orang yang panik dan kalap, serangan-serangan sporadik untuk mendown-grade perolehan suara pihak lawan politiknya.

“Sebagai masyarakat Kalimantan Selatan yang selama ini hidup dalam kedamaian berbalut rasa persaudaraan yang tinggi, serta berpijak pada budaya yang bersih dibawah adat istiadat yang luhur tentu saja merasa asing dan kaget dengan situasi yang terjadi saat ini. Tidak jauh dengan kondisi yang dulu pernah terjadi pada Pilkada DKI tahun 2017 lalu, dimana situasi ibukota yang mencekam dan perpecahan lahir ditengah-tengah masyarakat, akibat politik SARA yang tak terkendali, mengakibatkan hancurnya pranata sosial yang telah terbangun lama,” imbuhnya. 

“Tentu saja hal ini, tidak kita inginkan terjadi di bumi Kalsel yang kita cintai ini, hanya karena ambisi seseorang yang ingin meraih kekuasaan merusak kehidupan Kalsel yang sudah tentram dan damai," pungkasnya. 

Diketahui, dugaan pelanggaran kampanye di Masjid Nurul Iman yang dilakukan Calon Gubernur Denny Indrayana ini juga menyisakan kasus lain. Saat itu, seorang warga, Salman juga menjadi korban pemukulan salah seorang tim sukses Denny yang menuding Salman sebagai penyusup padahal faktanya dia adalah warga di daerah tersebut. Akibat pemukulan tersebut, bibir Salman mengeluarkan darah. (MAS)

Komentar
  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar