Demi Kekuasaan, Denny Indrayana Tega Menginjak Tradisi Banua

0
82

BANJARMASIN – Tokoh Pemuda Kalimantan Selatan (Kalsel) angkat bicara tentang berbagai kejadian terkait terkait Pemungutan Suara (PSU) karena berdampak pada keresahan masyarakat Kalsel.

Keresahan yang dimaksud adalah dugaan kuatasi masjid, melakukan kampanye terselubung hingga masuk ke majlis-majlis ilmu sampai saat ini dan tuduhan Denny yang selalu menyudutkan orang lain.

Kampanye terselubung tersebut bahkan secara terang-terangan diupload di media sosial resmi dari akun Denny Indrayana baik itu menggunakan facebook atau instagram.

Koordinator Forum Pemuda Banua Bersatu (PBB), M. Hafizh Rhida menyatakan prihatin atas cara-cara yang tidak elok yang dilakukan Denny Indrayana untuk memenangkan PSU Kalsel.

“Menjadikan tempat ibadah sebagai ajang kampanye itu saja sudah melanggar, apalagi ini dilakukan dalam konteks PSU yang memang mengharamkan kampanye. Dan ini dilakukan tanpa ada rasa bersalah sedikit pun dari pihak Denny,” ujarnya, Jumat (16/4).

Hafizh: apa yang dilakukan Denny bukan saja mencederai aturan hukum dalam Pilkada dan PSU, tapi juga mencederai semangat kejujuran, sikap sportif dan pilkada yang menjunjung rasa keadilan.

“Pak Denny ini sepertinya sudah tutup mata dan telinga dan tidak lagi mau tahu bagai masyarakat akar rumput di Kalsel sudah dibuatnya,” katanya.

Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kalsel, Yogi Adhiatma menilai apa yang dilakukan Denny Indraya telah menginjak-injak tradisi yang sudah lama dibangun di Tanah Banua ini seperti akhlak yang bermartabat, menjaga rasa persatuan serta tak terlihatnya mengumbar tuduhan dan fitnah.

“Saya melihat ada kecenderungan menerabas semua adat istiadat yang ada di Tanah Banua dengan cara menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan,” kata Yogi.

Tokoh pemuda Kalsel, Roy Prayoga juga menyebut Denny Indrayana sudah melewati batas-batas etika dan hukum yang dijunjung tinggi di Kalsel.

“Dengan terang benderang, etika sudah ditabrak dan mendegradasi Bawaslu Kalsel sebagai lembaga resmi negara dengan menuding Bawaslu Kalsel berpihak dan tak bekerja profesional,” ujarnya.

Meski demikian saat Denny melaporkan dugaan pelanggaran, pihak Denny masih mengamanatkan Bawaslu. Padahal dia menganggap Bawaslu tidak profesional. Sebenarnya apa yang sedang dimainkan Denny.

“Ini kan bermuka dua dan tak konsisten. Di satu sisi yang tak mempercayai lembaga Bawaslu Kalsel, tapi di sisi lain tetap mendatangi Bawaslu untuk melakukan pelaporan. Aneh, lucu dan membayangkan sosok Denny sebenarnya,” imbuhnya.

Hal yang sama yang disampaikan Ketua PSI Banjarmasin, Antung Ridwan yang menilai apa yang dilakukan Denny dengan mempolitisasi tempat ibadah merupakan perilaku yang tidak bisa ditolerir lagi.

“Dia kan profesor hukum tata negara yang pasti paham dengan aturan hukum PSU yang ada. Tapi tetap saja dilakukan. Ini membuktikan bila dia benar-benar merasa telah “kebal” hukum dan meremehkan hukum yang ada,” tandasnya.

Antung Ridwan mengingatkan bahwa kesabaran yang dimiliki masyarakat Kalsel itu ada batasnya. Jadi Denny Indrayana jangan jumawa dengan terus menerus menginjak-injak harga diri masyarakat Banua.

Oleh karena kepedulian tokoh-tokoh pemuda Kalsel, maka mereka berkumpul untuk memberikan tanggapan terhadap manuver politik yang dilakukan Denny Indrayana pada Kamis (15/4) malam, dalam Forum Pemuda Banua Bersatu (PBB) untuk menyatakan sikap. (MAS)

Baca Juga :  Zairullah Azhar Akan Bangun Istana Anak Yatim di Setiap Kabupaten

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here