Buntut Timses Denny Indrayana Tidak Beradab, Kasus Dipolisikan

  • Home /
  • Artikel /
  • Buntut Timses Denny Indrayana Tidak Beradab, Kasus Dipolisikan

Buntut Timses Denny Indrayana Tidak Beradab, Kasus Dipolisikan

BANJARMASIN , Goodnews.co.id - Jurkani akhirnya dipolisikan Salmansyah akibat pemukulan di halaman Masjid Nurul Iman Jalan Prona I RT 12 Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Selatan Kota Banjarmasin.

Akibat pukulan tangan Jurkani SH, Tim Sukses H2D Denny Indrayana-Difri Darjat, mendarat di wajah Salmansyah (62). Jurkani SH harus berurusan dengan kepolisian.

Salmansyah telah melapor ke Polresta Banjarmasin dan telah mendapatkan Surat Tanda Terima STTLP/152/III/KSL/RESTABJM/SPKT tanggal 31 Maret 2021.

Awal mula peristiwa ini terjadi, saat Denny Indrayana, Jurkani, bersama rombongan Tim H2D datang ke Masjid Nurul Iman melaksanakan program sholat subuh keliling. Salmansyah adalah salah satu warga sekitar Masjid Nurul Iman yang hadir dalam sholat subuh tersebut.

Setelah sholat Subuh dan mendengarkan ceramah agama, Jurkani menyepak pantat Salmansyah dan menarik Salmansyah atau biasa disapa Aman keluar dari Masjid Nurul Iman.

Saat berada di luar Masjid Nurul Iman, Jurkani mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan, Jurkani mengayunkan tangan ke arah wajah Aman, walau terkejut Aman sempat menangkis tapi tangan Jurkani berhasil menghantam bibir Aman, masker yang dipakai Aman terbuka akibat hantaman Jurkani. Tidak puas sampai di situ, Jurkani kembali mengambil ancang-ancang untuk melakukan serangan tapi jamaah sholat subuh yang masih ada di Masjid Nurul Iman berhasil menggagalkan dan memisahkan keduanya.

Salmansyah tidak terima atas pukulan yang membuat bibirnya bengkak dan berdarah, Salmansyah berharap Jurkani mendapat hukuman sesuai aturan yang berlaku.

Keributan semakin ramai saat Salmansyah disebut sebagai penyusup padahal Salmansyah alias Aman adalah warga sekitar Masjid, biasa datang ke Masjid untuk melaksanakan sholat subuh tapi tiba-tiba saja disebut sebagai penyusup.

Ketua DPD AMPI Kalimantan Selatan Rivkal Fachruri sangat menyayangkan peristiwa pemukulan tersebut, pemukulan yang dilakukan terhadap Aman warga sekitar Masjid Nurul Iman dan disebut sebagai penyusup adalah tindakan biadab.

"Ini tindakan biadab, masa warga sekitar Masjid yang datang ke Mesjid untuk sholat subuh disebut penyusup terus dipukul." Ujarnya. Kamis, (1/4/2021).

Politisi Partai Golkar Puar Djunaidi juga menilai seharusnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan KPU Kalimantan Selatan jeli terkait program sholat subuh keliling calon gubernur Denny Indrayana hingga peristiwa pemukulan warga Masjid Nurul Iman terjadi.

Lebih jauh, Puar Djunaidi menganggap Denny Indrayana dan Timnya sedang melakukan manuver ibadah politik dengan mendatangi Masjid-Masjid yang ada di wilayah Pemilihan Suara Ulang (PSU).

"Yang dilakukan Denny ini ibadah politik, karena sebelumnya dia tidak pernah datang ke masjid itu, ini kegiatan politik yang harus ditindak lanjuti oleh Bawaslu dan KPU, jelas di wilayah PSU," tegasnya.

Denny Indrayana sendiri menyampaikan dalam rekaman suara yang tersebar melalui grup-grup whatsap menyatakan bahwa Dia bersama Tim H2D hanya melaksanakan program sholat subuh keliling, sholat subuh dan menyapa warga.

"Kami semata-mata melaksanakan sholat subuh berjamaah sedangkan yang terjadi di Masjid Nurul Iman, sejak dini hari sudah ada langkah-langkah mencoba untuk mengkondisikan, Masjid tempat kami akan hadir, itu terlihat dengan terkumpulnya massa, tidak banyak tapi cukup...." ( 31/3/2022).

Kemudian terjadilah peristiwa pemukulan, Jurkani memukul Salmansyah atau Aman. Soal fakta sebenarnya, Denny hanya menyerahkan urusan ini kepada kepolisian dan berharap kondisi tetap aman dan damai. (MAS)

Komentar
  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar