Benarkan Keluarga JK Digoyang, SA Diperiksa Besok

  • Home /
  • Artikel /
  • Benarkan Keluarga JK Digoyang, SA Diperiksa Besok

Benarkan Keluarga JK Digoyang, SA Diperiksa Besok

JAKARTA, Goodnews.co.id - SA keponakan Jusuf Kalla ditetapkan sebagai tersangka, Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri telah menjadwalkan pemeriksaan pada hari Senin terhadap keponakan mantan Wakil Presiden tersebut.

Dilansir dari medcom.id, SA panggilan tersebut bertujuan mendapatkan keterangan terkait mengindahkan perintah Otoritas Jasa Keuangan dan merugikan dalam penyelamatan bank Bukopin.

"Penyidik telah melayangkan surat panggilan kepada yang bersangkutan sebagai tersangka untuk diambil keterangannya," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 12 Maret 2021.

Pemanggilan tersebut diawali penetapan SA sebagai tersangka pada tanggal 10 Maret 2021.

Terkait hal tersebut, polisi telah memeriksa 22 saksi untuk dimintai keterangan, berasal dari Otoritas Jasa Keuangan, Bank Bukopin, Bank KB Kookmin, Kopelindo, Tim TA BRI, dan Bosowa Corporindo, beserta lainnya.

SA mantan Direktur Utama PT Bosowa Corporindo ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri karna dianggap telah melakukan tindak pidana dengan bukti-bukti yang sudah ada ditangan Bareskrim Polri.

Awal mula SA ditetapkan sebagai tersangka, OJK mengeluarkan surat berisi tentang perintah tertulis pemberian kuasa khusus kepada Tim Technical Assistance (Tim TA) dari PT BRI untuk dapat menghadiri dan menggunakan hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank Bukopin Tbk dengan batas waktu pemberian kuasa dan penyampaian laporan pemberian surat kuasa kepada OJK paling lambat 31 Juli 2020.

Namun SA mengindahkan perintah tersebut. Akibatnya OJK menyebut Bosowa telah gagal sebagai pemegang saham pengendali Bukopin.

Diketahui sejak Mei 2018 Kondisi PT Bank Bukopin Tbk telah ditetapan sebagai bank dalam pengawasan intensif Otoritas Jasa Keuangan dan perlu diselamatkan karna menghadapi tekanan likuiditas, Bosowa sebagai pemilik saham mayoritas di bank Bukopin tidak melakukan langkah penyelamatan padahal Bank Bukopin telah mengalami kemerosotan dari Januari hingga Juli 2020.

Akibat menolak dua perintah OJK, SA dianggap melanggar dengan tidak melaksanakan perintah OJK yang terdapat pada pasal 9 huruf d Undang-undang Nomor 21 Tahun 2021 tentang Otoritas Jasa Keuangan, undang-undang tersebut mengatur kewenangan OJK memberikan perintah secara tertulis kepada Lembaga Jasa Keuangan.

Penolakan perintah Otoritas Jasa Keuangan, diancam pidana pasal 54 penjara 6 tahun dan denda paling banyak 15 miliar.

Sangkaan terhadap SA belum diketahui secara pasti karna besok hari Senin SA baru diminta untuk memenuhi panggilan Bareskrim Polri.

Terhembus informasi bahwa keluarga JK terus mendapat serangan. Diketahui bahwa Bosowa adalah salah satu bisnis terbesar keluarga JK. Pemilik Bosowa adalah Aksa Mahmud, yaitu adik ipar JK, Aksa menikahi Adik JK, Ramlah Kalla.

Sejak JK bersanding dengan Jokowi, Keluarga JK mengalami stagnasi bisnis bahkan menanggung banyak utang diantaranya di Qatar National Bank dan bank BRI.

Saat JK disandingkan dengan Jokowi, bisnis keluarga JK telah dikunci dengan mengajukan syarat bahwa jika JK jadi pendamping Jokowi dalam pilpres dan menang maka keluarga JK tidak boleh ikut dalam proyek-proyek dari pemerintah.

Waktu itu JK menyanggupi sehingga pasangan Jokowi-JK melanggeng dalam pencalonan pilpres.

Akhirnya Jokowi-JK menang, Jokowi membangun Indonesia dengan proyek-proyek infrastruktur, bisnis keluarga JK pun tidak kebagian proyek sesuai kesepakatan. Padahal lahan infrastruktur adalah keahlian dari bisnis keluarga JK. (MAS)

Komentar
  • Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar