Informasi Tajam dan Terpercaya

Upacara Hari Kesaktian Pancasila dan Sejarah Korban G30S PKI

Avatar photo

TANAH BUMBU – Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar menjadi inspektur upacara memperingati Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2022 di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu dihadiri seluruh forkopimda dan undangan, Senin (3/10/2022).

Zairullah Azhar membacakan teks Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia yang berisikan 5 sila.

Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Ketiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Kelima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kemudian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanah Bumbu, Hasanuddin Abdul Murad, membacakan teks Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Peringatan Hari Kesaktian pancasila diperingati untuk mengokohkan ideologi pancasila sebagai akibat peristiwa gerakan 30 September (G30S) PKI (PartaI Komunis Indonesia) yang mengorbankan pahlawan revolusi, dan dimasukkan dalan Lobang Buaya.

Sejarah mencatat, pada tanggal 4 Oktober 1965, semua korban pembunuhan PKI itu diangkat dari Lubang Buaya kemudian dimakamkan di Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.

Salah satu saksi sejarah mengatakan Pengangkatan jenazah Jenderal Ahmad Yani ketika sudah sampai di mulut sumur terjatuh lagi ke dasar sumur karna tali yang digunakan mengangkat jenazahnya putus. bahkan disebutkan, kepala Jenderal Ahmad Yani putus dan mengelinding di tanah.

Berikut nama-nama korban penculikan dan pembunuhan Gerakan 30 September 1965 oleh PKI yang mengatasnamakan Tjakrabirawa.

Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono, Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir Jenderal Donald Isaac Panjaitan, Brigadir Jenderal Sutoyo Siswodiharjo.

Sementara itu, Panglima TNI AH Nasution yang menjadi target utama berhasil meloloskan diri. AH Nasution adalah satu-satunya Jenderal yang selamat dari G30S PKI. Sayang, putrinya Ade Irma Nasution tewas tertembak dan ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean diculik dan ditembak di Lubang Buaya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kemandirian, Warga Binaan Ikuti Pelatihan Meubel

Keenam jenderal di atas beserta Lettu Pierre Tendean kemudian diberikan penghargaan sebagai Pahlawan Revolusi serta berlakunya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, diakui sebagai Pahlawan Nasional.

Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober ditetapkan pertama kali dalam Surat Keputusan Menteri atau Panglima Angkatan Darat tanggal 17 September 1966 (Kep 977/9/1966). (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *