Informasi Tajam dan Terpercaya

Anggota DPRD Prihatin RS Covid-19 Tak Berpenghuni Dibobol Maling

TANAH BUMBU – Menanggapi Rumah Sakit Darurat Covid-19 di Gunung Tinggi yang belum lama ini dibobol maling, Anggota DPRD Tanah Bumbu Fawahisah Mahabbatan mengatakan pihak Rumah Sakit tersebut dianggap tidak merawat aset dengan baik.

“Terkait dengan tidak adanya penjagaan di Rumah Sakit, sungguh sangat disayangkan karena dengan adanya penjaga, minimal manajemen rumah sakit telah memikirkan hal-hal bahaya yang lain,” kata Fawahisah via WhatsApp, Senin (8/8/2022)

Dia menyebutkan, sangatlah aneh sekelas Rumah Sakit yang tentunya sudah memiliki manajemen dan anggaran bisa sampai dibobol maling.

Lebih lanjut Fawahisah menyampaikan, misalkan saja tiba-tiba ada terjadi kebakaran di rumah sakit itu, jika ada penjaga stand by maka akan cepat ditangani.

“Manajemennya seperti apa, padahal banyak terdapat aset di sana. Sekarang hilang, kemana tanggung jawabnya, jangan saling lempar tanggung jawab,” ucapnya.

Fawahisah menilai seharusnya manajemen rumah sakit sedia payung sebelum hujan, hal ini sangat berbanding terbalik, ada aset namun aspek keamanannya tidak ada.

Di lain pihak, Anggota Komite Perencana Pembangunan Daerah (KP2D) Tanah Bumbu, Anwar Ali Wahab, mengatakan terkait adanya instansi lain yang menggunakan aset di Rumah Sakit Darurat tersebut, itu merupakan persoalan lain.

“Itu hanya persoalan penggunaan alias peminjaman aset, mekanisme peminjamannya pasti ada,” ujar Anwar.

Berbicara tentang keamanan bangunan dan aset didalamnya, menurut Anwar Pemerintah Daerah memiliki Satuan Polisi Pamong Praja yang siap ditugaskan kapan saja untuk menjaga seluruh keamanan aset, tidak terkecuali gedung serbaguna yang ada di daerah Gunung Tinggi tersebut.

“Petugas ada saja yang siap, dengan catatan mereka diberikan instruksi. Yang jadi pertanyaan selama ini seperti apa, kok bisa tidak dijaga walau tak dipergunakan lagi untuk karantina,” terangnya.

Baca Juga :  Ketua Komisi II DPRD Tanbu Apresiasi Kinerja PT BJU

Oleh karena itu, lanjut Anwar, perlu mengalihkan fungsi Gedung Serbaguna tersebut agar terdapat aktifitas di dalamnya sehingga keamanan aset bisa tetap terjaga.

“Misalnya, dijadikan Gedung Islamic Center, lokasinya juga sangat strategis dan tepat berada disamping Mesjid Raya di Gunung Tinggi,” ucap Anwar. (Jml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.