Informasi Tajam dan Terpercaya

Dinkes Tanbu All Out Capai SPM 100 Persen 2022

Avatar photo

TANAH BUMBU – Kehadiran Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan ke Kantor Bupati Tanah Bumbu (9/6/2022) dalam rangka koordinasi program SPM mendorong semangat Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu Setia Budi.

Setia Budi menyatakan bahwa Dinas Kesehatan Tanah Bumbu dan dukungan infrastruktur kesehatan yang dimiliki sampai desa-desa akan memaksimalkan kinerja mencapai Standar Pelayanan Kesehatan Minimum (SPM) bidang kesehatan 100 persen.

Foto bersama: Rombongan Dinkes Provinsi di depan Kantor Dinkes Tanah Bumbu
Foto bersama: Rombongan Dinkes Provinsi Kalsel di depan Kantor Dinkes Tanah Bumbu

“Target kita 12 poin Standar Pelayanan Minimum tercapai 100 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu Setia Budi, SKM, MM. Sabtu (11/6/2022).

  1. Dua belas poin SPM itu adalah:
    Pelayanan ibu hamil sesuai standar
  2. Pelayanan ibu bersalin sesuai standar
  3. Pelayanan bayi baru lahir sesuai standar
  4. Pelayanan balita sesuai standar
  5. Pelayanan kesehatan anak usia pendidikan dasar
  6. Pelayanan kesehatan masyarakat usia produktif
  7. Pelayanan kesehatan usia lanjut
  8. Pelayanan kesehatan penderita Hipertensi sesuai standar
  9. Pelayanan penderita Diabetes Melitus sesuai standar
  10. Pelayanan pengobatan penderita Orang dengan Gangguan Jiwa Berat
  11. Pelayanan Orang terduga TBC
  12. Pelayanan orang dengan risiko infeksi HIV

Berkaitan dengan biaya layanan dan pengobatan dari 12 poin tersebut, Budi menyatakan bahwa layanan ini diberikan secara gratis.

Sebelumnya Dinas Kesehatan telah melakukan salah satu kegiatan yang masuk dalam 12 poin SPM yang selama 2 tahun pandemi Covid-19 tidak dilalukan secara masif, yaitu Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) yang secara simbolis dilaksanakan di Posyandu Permata Hati Desa Sungai Dua Kecamatan Simpang Empat (23/5/2022) dan diikuti 149 desa di Tanah Bumbu.

Dilansir dari halaman kemenkes.go.id, program BIAN merupakan kegiatan imunisasi rutin anak yang digenjot setelah kasus Covid-19 menurun. Disebutkan bahwa selama pandemi, sebanyak 1.7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi lengkap. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengharapkan orang tua untuk membawa anak-anak mereka ke fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi lengkap, yang berfungsi melindungi dan mencegah anak dari penyakit-penyakit.

Baca Juga :  Surveyor Internasional Tinjau Lokasi Bendungan Kusan

Berikut rincian jenis imunisasi diberikan secara gratis, yang terbagi dalam 3 bagian :
👉Imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan

▪1 Bulan: BCG Polio 1, mencegah penularan tuberculosis dan polio

▪ 2 Bulan: DPT-HB-Hib 1 Polio 2, mencegah polio, difteri, batuk rejan, retanus, hepatitis B, meningitis, & pneumonia

▪ 3 Bulan: DPT-HB-Hib 2 Polio 3

▪ 4 Bulan: DPT-HB-Hib 3 Polio 4

▪ 9 Bulan: Campak, mencegah campak

👉Imunisasi lanjutan bayi usia 18-24 bulan

▪ Imunisasi DPT-HB-Hib 1 dosis, berfungsi untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis

▪ Imunisasi campak rubella 1 dosis

👉Imunisasi lanjutan anak sekolah dasar pada program tahunan Bulan Imunisasi Nasional

▪ Imunisasi campak rubella dan DT pada anak kelas 1

▪ Imunisasi tethanus diphteria pada anak kelas 2 dan kelas 5

Adapun 3 imunisasi tambahan adalah vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV), vaksin Rotavirus, dan vaksin Human Papilloma Virus (HPV) sehingga total imunisasi sebanyak 14 jenis. (MAS)

goodnews.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *