Informasi Tajam dan Terpercaya

Zairullah Rubah Kebiasaan Nenek Moyang pada Pesta Laut Mappanretasi

TANAH BUMBU – Pesta laut Mappanretasi dirubah namanya menjadi Mappanre ri Tasie untuk menghapus pemaknaan atau acara-acara yang menganduk syirik, meski Zairullah mengakui ini tidak mudah karena ada sejarah nenek moyang bugis Pagatan yang turun-temurun.

Salah satu kebiasaan yang dianggap mengandung syirik adalah memotong hewan di laut, darah dan dagingnya dilarutkan ke dalam laut Pagatan.

Bupati Tanah Bumbu Zairullah Azhar mengajak masyarakat menjaga konsistensi Tanah Bumbu Bersujud menuju Serambi Madinah, yang disampaikan pada acara tabligh akbar Guru Udin atau KH. Zhofaruddin Pimpinan majelis ta’lim Nurul Amin dari Samarinda, dalam rangkaian kegiatan pesta laut Mappanre ri Tasie pada malam Jum’at, (19/5/2022).

“Kita di Tanah Bumbu ini sudah punya komitmen besar, ingin menjadikan Tanah Bumbu, yang mottonya Bersujud, kedekatan kepada Allah, dan kita punya cita-cita menjadikan Tanah Bumbu sebagai Serambi Madinah.” katanya.

Alasan Zairullah Azhar menjadikan visi Tanah Bumbu menuju Serambi Madinah adalah ingin menjadikan Tanah Bumbu seperti madinah, kota rasul, kotanya Nabi Muhammad Saw.

Kota yang saat ini banyak dikunjungi oleh manusia dari berbagai negara untuk melakukan ibadah haji maupun umroh, kota yang penuh kasih sayang, keramahan, dan sopan santun.

Zairullah berharap suatu hari nanti Tanah Bumbu juga menjadi daerah yang penuh kasih sayang, keramahan, dan sopan santun.

Berkaitan dengan acara Ulang Tahun Tanah Bumbu yang ke 19 dan Pesta Laut Mappanre ri Tasie, ia mengapresiasi Lembaga Adat Ade Ogi menghilangkan asumsi mistik dalam pesta laut Mappanre ri Tasie.

“Dalam rangka wisata nasional pesta laut, kita berterima kasih, hormat kepada lembaga adat Pagatan (Ade Ogi) yang telah berusaha keras menghilangkan asum-asumsi bahwa kegiatan dalam rangka pesta laut Mappanretasi dirubah namanya menjadi Mappanre ri Tasie.” katanya.

Baca Juga :  Target, Jalan Tanah Bumbu Mulus Akhir 2022

Ia menjelaskan, pemaknaan Mappanretasi yang berarti ‘memberi makan laut’ terkandung makna dan acara syirik, sehingga pendiri lembaga adat Ade Ogi Hamsuri, Ketua Ade Ogi Pawahisah Mahabbatan, dan bersama tokoh lainnya, duduk bersama membuat kesepakatan mengubah nama Mappanretasi menjadi Mappanre ri Tasie.

Ia berharap perubahan nama dan kegiatan Mappanre ri Tasie tidak lagi mengandung atau melaksanakan acara-acara syirik dalam pesta laut Mappanre ri Tasie.

“Tidak ada lagi nilai-nilai syirik didalamnya. Insya Allah ini akan menjadi keselamatan buat kita bersama,” tutur Zairullah.

Perubahan nama dari Mappanretasi ke Mappanre ri Tasie dan tidak adanya acara-acara syirik dalam pesta adat Mappanre ri Tasie membuat Bupati Tanah Bumbu dr. H. Muhammad Zairullah Azhar merasa bahagia.

“Inilah kebahagian yang sangat besar, karna tentu sejarah nenek moyang tidak bisa kita tinggalkan.” terangnya. (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.