Informasi Tajam dan Terpercaya

Ramadhan, Tarbiyah Capai Ketakwaan

Avatar photo

TANAH BUMBU – Guru Hidayatullah menyampaikan tausiah menyambut Ramadhan, bulan tarbiyah untuk memperoleh gelar ketakwaan.

Haflah (pertunjukan pentas seni) Anak Yatim yang rutin dilaksanakan di Istana Akan Yatim binaan Bupati Tanah Bumbu Abah Zairullah azhar, Guru Hidayatullah menyampaikan tausiah menyambut Bulan Ramadhan.

Acara yang dihadiri oleh seluruh SKPD, Tim Percepatan Kabupaten Tanah Bumbu, dan Camat dari 12 Kecamatan, Guru Hidayatullah menyampaikan bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan tarbiyah (pendidikan).

Manfaat adanya bulan Ramadhan dalam setiap tahun adalah sebagai jembatan untuk hamba-hamba untuk mencapai ketakwaan.

Oleh karena itu, di dalam al-Qur’an umat Islam diperintahkan berpuasa agar dapat memperoleh gelar takwa.

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu berpuasa, agar kamu menjadi bertakwa,” tutur Guru Hidayatullah di aula pendopo Istana Anak Yatim. Sabtu malam (26/3/2022).

Siapa yang melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan, katanya, maka mereka akan keluar dari bulan Ramadhan itu dengan ketakwaan.

Ia mengambil perumpamaan bagaimana hasil akhir dari puasa yang memberikan faedah. Perumpamaan pertama adalah ular. Ular itu menahan lapar, menahan pergerakan, dan menahan rasa sakit saat proses penggantian kulit, sampai akhirnya ular memiliki kulit baru yang warnanya lebih baik.

Sedangkan ulat, ia berusaha merangkak sampai ke ujung daun pisang, kemudian berpuasa menahan makan hingga akhirnya bisa berubah wujud menjadi kupu-kupu indah yang bisa terbang.

“Dulu orang melihat ulat, jijik, sekarang orang senang melihat kupu-kupu. Maka ini ilustrasi Ramadhan yang ada dihadapan kita,” jelasnya memberikan perumpamaan.

Mereka yang puasa tapi tidak mendapatkan faedah dari puasanya maka mereka tidak mendapatkan faedah kecuali hanya haus dan lapar saja.

Baca Juga :  Surveyor Internasional Tinjau Lokasi Bendungan Kusan

“Betapa banyak orang yang berpuasa tapi hasilnya hanya mendapatkan rasa lapar dan haus.” tuturnya.

Bagi mereka yang puasanya seperti ulat maka itu seperti yang dijanjikan oleh Nabi Muhammad Saw, mendapatkan ampunan Allah SWT.

“Siapa yang berpuasa Ramadhan sungguh-sungguh karena Allah, maka ia seperti bayi yang baru dilahirkan oleh ibunya, semua dosanya diampuni oleh Allah SWT.” Terang Guru Hidayatullah.

Ia berharap puasa Ramadhan 2022 yang tinggal menghitung hari, dapat menjadi tarbiyah menjadi insan yang lebih bermanfaat.

“Mudah-mudahan Allah menjadikan puasa ramadhan di depan ini, menjadi puasa yang lebih baik, lebih berkah, dan lebih bermanfaat.” Doanya.

Sementara itu, Bupati Tanah Bumbu, Abah Zairullah Azhar, menyampaikan bahwa pada bulan Ramadhan nanti, akan melakukan safari ramadhan namun pada hari pertama Ramadhan, buka puasa bisa dilakukan di rumah masing-masing, namun pada hari kedua Ramadhan akan melakukan safari Ramadhan bersama rombongan, dua titik setiap harinya.

Tujuan safari Ramadhan adalah untuk melakukan silaturahmi dengan masyarakat, tokoh agama, dan meminta doa masyarakat agar apa yang direncanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Bumbu dapat terlaksana dengan baik. (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *