Informasi Tajam dan Terpercaya

Sutarji, Sang Juara, Lomba Lukis Mural Serambi Madinah

TANAH BUMBU – Sutarji, asal Tapin, berhasil meraih Juara 1 lomba melukis mural, acara diselenggarakan Dinas Perkimtan Tanah Bumbu di Kawasan Pantai Pagatan. Sabtu (26/3/2022).

Sesuai tema ‘Seribu Warna, Seribu Keindahan, Menuju Serambi Madinah,’ Sutarji menterjemahkan bahwa yang dimaksud tema tersebut adalah aktifitas orang Tanah Bumbu diantaranya petani sawah dan pelaut.

“Dengan nuansa alam di sini, saya tampilkan alamnya. kemudian orang di sini, saya sangat tertarik dengan daerah pertanian di sini luar biasa.’ tutur Sutarji.

Inspirasi ia dapatkan juga dari perjalanan Tapin menuju lokasi lomba melukis mural, Pantai Pagatan, menyaksikan lahan persawahan membentang luas.

“Saya melihat itu tidak ada di tempat lain, luar biasa, pertaniannya masih bagus, dan ini memberikan pesan kepada generasi muda agar mau mempertahankan pertanian dan perikanan, tinggal bagaimana cara mempertahankan alamnya.” lanjutnya.

Lukisan muralnya juga menampakkan tempat ibadah seperti masjid dan tempat ibadah agama lain.

Alasannya adalah agama-agama yang ada di Tanah Bumbu keragaman dan tetap memegang nilai-nilai agama.

Pada bagian sudut kiri atas lukisan mural ciptaan Sutarji, terdapat kalimat ‘setiap saat semesta alam berbisik padamu, maka dengarkanlah.’

Menurut Sutarji, alam ini selalu berbicara memberikan pelajaran kepada manusia. secara umum alam mengirimkan pesan bahwa alam ini perlu menjaga keseimbangan.

“Tuhan telah memberikan alam yang luar biasa indahnya, mari sama-sama menjaganya. Itu juga untuk generasi sekian ribu tahun yang akan datang.” Pesannya.

Adapun warna cerah pada pohon di sebelah kanan, menurutnya, itu menunjukkan ciri khas identitas dirinya.

“Itu hanya action saja, karna dalam menggambar itu harus membedakan antara warna sedang, warna yang memang harus diterangkan, atau titik interesting.” Jelas Sutarji.

Baca Juga :  Bimtek SMKK Dinas PUPR di Hotel Ebony

Sutarji adalah pemilik Sanggar Pusaka Hijau di Tapin, Sanggar ini merupakan komunitas pelukis yang ia bina bagi anak-anak sekolah.

Adapun konsep lukisan yang mendapat nilai tertinggi dari dewan juri, ia dapatkan secara utuh setelah mendapat arahan technical meeting bersama panitia, sambil memperhatikan lingkungan sekitar, dan berhasil menyelesaikan gambar sesuai jadwal pukul 80.00-17.00 wita sore tadi. (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.