Informasi Tajam dan Terpercaya

Dispersip Tanbu Sediakan Buku Digital dan Non Digital

Avatar photo

TANAH BUMBU – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu menyediakan dua jenis buku, digital dan non digital. (26/2/2022).

Meski tanah Bumbu memiliki kantor yang sangat megah dan memiliki aplikasi iTanbu sebagai perpustakaan online, tetapi Dinas Perpustakaan dan Arsip Tanah Bumbu masih menjalankan program Perpustakaan keliling menggunakan mobil.

“Mobil perpustakaan keliling sekarang ada 2, kita masih kekurangan mobil jika dihubungkan dengan wilayah Tanah Bumbu yang sangat luas ini.” Kata Muhammad Yusri Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Dua mobil yang ada ini digunakan setiap hari keliling dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu desa ke desa yang lain, dari sekolah ke sekolah dan juga ke Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ). Perpustakaan mobile menggunakan mobil ini banyak sekali peminatnya.

“Hari-hari keliling perpustakaan keliling. Banyak permintaan yang datang. Jadi kita prioritaskan bagi yang sudah mengajukan surat lebih dulu.” Katanya.

“Kita berusaha mendatangi permintaan meski pun jauh. Supaya tidak ada yang merasa tidak diperlakukan tidak adil, sehingga tidak ada komentar bahwa yang didatangi hanya yang dekat-dekat saja.” Tambahnya.

Tempat-tempat yang bisa dikunjungi oleh perpustakaan keliling ini adalah sekolah, pesantren, Taman Pendidikan al-Qur’an. atau komunitas masyarakat.

Sementara untuk hari-hari yang sudah ditentukan jadwalnya, berdasarkan pengajuan dari sekolah-sekolah, sesuai pengajuan surat dari Kepala Sekolah Dasar (SD) atau Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kita biasanya konfirmasi bila tidak bisa hadir, mungkin di hari lain dengan membuat janji baru. Memang rata-rata bersurat. Jadi kunjungan kita bisa maksimal” katanya.

Perpustakaan keliling ini lebih banyak untuk kalangan anak-anak dan remaja untuk meningkatkan minat baca. Menurut Yusri rata-rata peminjaman buku atau pembaca buku dalam satu kunjungan ada sekitar 100 peminjaman di tempat.

Baca Juga :  Surveyor Internasional Tinjau Lokasi Bendungan Kusan

Ia pun berharap mobil perpustakaan keliling bisa ditambah lagi untuk memberikan pelayanan khususnya di sekolah-sekolah.

Perpustakaan Digital dan Non Digital

Saat ini, orang bisa membaca buku secara digital dan non digital. Keduanya memiliki kelebihan dan saling mengisi terhadap dua bentuk buku bacaan ini. Yusri menganggap bahwa kedua jenis ini harus berjalan secara bersama-sama.

“Dua sisi ini harus berjalan sama-sama, dua-duanya harus jalan. Jadi kalau perpustakaan keliling ke sekolah. kita memberikan fasilitas kepada anak-anak, kepada pustakawan, untuk mengakses buku-buku kita yang ada di perpustakaan,” jelasnya.

Sementara buku-buku digital dapat diakses secara mandiri melalui aplikasi iTanbu. Bagaimanapun belum semua buku-buku bisa tersedia secara digital. Sehingga buku non digital masih sangat dibutuhkan kehadirannya di kantor, sekolah, pesantren, dan sebagainya. Jadi kedua sisi ini harus sama-sama berjalan.

Tema Buku-Buku Perpustakaan Keliling

Yusri menjelaskan saat perpustakaan keliling akan melakukan kegiatan, biasanya tim Dispersip telah menyeleksi buku-buku sesuai dengan kebutuhan bagi pelajar, komunitas, atau masyarakat, yang membutuhkan keberadaan perpustakaan keliling.

“Kalau ke sekolah itu terkait dengan buku-buku edukatif, buku agama, pengetahuan umum, yang sifatnya edukatif, yang sudah terseleksi. Kalau buku sekolah kah sudah ada mereka punya, karna itu sudah disiapkan oleh Dinas Pendidikan.” Dalihnya.

“Kita hanya menyiapkan tentang buku-buku pendidikan yang sifatnya umum. Dan setiap kali kita melakukan perpustakaan keliling, kita cross check buku-buku yang sifatnya edukatif.” Tandasnya. (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *