Informasi Tajam dan Terpercaya

Kisah Malaikat Maut Mencabut Nyawa Rasulullah di Majelis Lailatul Jum’at

TANAH BUMBU – Penceramah dari Kota ‘Daeng’ Makassar mengisahkan rasa pedih rasulullah saat malaikat maut mencabut nyawanya pada pengajian malam Jum’at di Masjid Darul Azhar, Kecamatan Simpang Empat. Kamis. (17/1/2022).

Awalnya Ustadz Encik Muhammad Jamil Budiman menyebut dalam ceramahnya bahwa semua umat nabi Muhammad akan masuk syurga kecuali yang tidak mau. Mereka yang tidak mau adalah mereka yang tidak mau melaksanakan perintah Allah dan rasulnya.

ketika Allah memerintahkan malaikat Izrail turun ke bumi mencabut nyawa Rasulullah Muhammad, Allah berfirman jika Izrail dibolehkan masuk rumah Muhammad maka masuklah, tapi jika tidak diboleh masuk maka kembalilah.

Maka turunlah Izrail ke bumi mendatangi rumah rasulullah Muhammad. Izrail memberi salam dan masuk ke rumah rasulullah, Izrail datang ke rumah rasulullah dalam wujud seperti manusia dan disaksikan oleh Fatimah anak rasulullah. Setelah dipersilahkan masuk, rasulullah bertanya, apakah kedatangan malaikat Izrail untuk mencabut nyawanya.

Maka Izrail berkata bahwa ia datang untuk berziarah dan akan mencabut nyawanya jika diizinkan, namun jika tidak diizinkan maka Izrail akan pulang. Setelah Izrail menyampaikan maksud kedatangannya, Rasulullah menanyakan dimana malaikat Jibril. Izrail menjawab bahwa Jibril masih berada di langit dunia. Tidak lama berselang, malaikat Jibril pun datang.

Rasulullah bertanya kepada Jibril tentang haknya, namun tak satu pun jawaban yang memuaskan hatinya hingga Jibril menyampaikan tentang nasib umat Muhammad. Jiblil menyampaikan bahwa semua umat Rasulullah Muhammad akan masuk syurga lebih dahulu, dibandingkan umat para nabi dan rasul masuk surga, maka tenanglah hati rasulullah.

Berita inilah yang tunggu-tunggu oleh Muhammad dibandingkan berita kedatangan ruh Muhammad, yang siap disambut oleh para malaikat, pintu langit dibuka, dan pintu-pintu syurga dibuka.

Baca Juga :  Bupati Tanbu Terima Penghargaan Kemenkumham RI

Izrail pun melakukan tugasnya dan mencabut nyawa rasulullah disaksikan oleh Jibril. saat ruh rasulullah ditarik dari kaki sampai ke perut, rasulullah berkata, “Wahai Jibril alangkah pedihnya maut,” mendengar itu malaikat Jibril memalingkan wajahnya.

Lalu rasulullah berkata, “wahai Jibril apakah engkau tidak suka memandang wajahku,” Jibril menjawab “wahai kekasih Allah, siapakah yang sudi melihat wajahmu sedangkan engkau merasakan sakitnya maut,” kemudian Izrail melanjutkan tarikannya sampai ke kepala dan ruh Muhammad meninggalkan jasadnya diusia 63 tahun pada hari Senin.

Maka Ustadz Encik Muhammad Jamil Budiman berkata, maka aminkalah doa saat imam membaca doa selamat menghadapi maut, karna maut itu sangat pedih. Disebutkan dalam riwayat, sakitnya sakaratul maut itu seperti 300 kali tusukan pedang. Mendengar itu, mata Bupati Zairullah berkaca-kata dan beberapa kali mengusap wajahnya. Jamaah pun demikian, ada yang tertunduk dan meneteskan air mata. (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.