Informasi Tajam dan Terpercaya

Guru Hidayatullah: Saling Berkasih Sayanglah Kamu Maka Penduduk Langit Akan Mengasihimu

Avatar photo

TANAH BUMBU – Seandainya tidak ada rasa kasih sayang Nabi Muhammad Saw maka sungguh malaikat Jibril telah memindahkan gunung dan menimpakan kepada penduduk kota Thaif.

Pada pembahasan tausiah Guru Hidayatullah ba’da sholat dhuha di Kantor Bupati Tanah Bumbu Jalan Dharma Praja Kelurahan Gunung Tinggi, ia menyampaikan beberapa pesan terkait perilaku kasih sayang terhadap kaum muslimin dan sesama umat manusia. Rabu, (5/1/2022).

Kemudian dalam Qur’an Surah at-Taubah ayat 128 disebutkan, “Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat rasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, dia penyantun dan penyayang terhadap orang-orang beriman.”

Pernah suatu hari, sebelum Nabi dan para sahabat hijrah ke kota Madinah. Rasul mencoba hijrah ke kota Thaif dengan harapan dakwahnya diterima oleh masyarakat di sana karna masih ada hubungan kekerabatan dengan nabi. Berangkatlah nabi bersama anak angkatnya Zaid bin Harisah ke Habasah atau Ethopia.

Sesampainya di kota Thaif, nabi ternyata tidak mendapatkan sambutan baik, malah disambut dengan lemparan batu dan ejekan sebagai orang gila dari masyarakat Thaif. Said yang sejak awal mengikuti nabi, melindungi nabi dengan tubuhnya hingga berlumuran darah akibat lemparan batu penduduk Thaif. Nabi sendiri terluka parah, utamanya pada bagian tumit Rasulullah. Nabi pun menjauh dari kota Thaif untuk menghindari lemparan dan hujatan yang lebih dahsyat lagi. Maka datanglah malaikat Jibril menawarkan bantuan kepada Nabi Muhammad.

“Wahai Muhammad, hari ini aku diutus untuk menerima apa pun yang engkau minta, hari ini orang-orang Thaif telah melemparimu dengan batu dan menyebutmu sebagai orang gila. Apakah engkau mau aku cabut gunung itu dan ku lemparkan kepada penduduk kota Thaif.”

Baca Juga :  Seminar Partai Nasdem, Bakesbangpol Harap Pemilu 2024 Tidak terjadi Kekerasan

Nabi tidak mengiyakan bantuan malaikat Jibril tetapi justru mendoakan penduduk kota Thaif, agar Allah memberikan petunjuk kepada penduduk kota Thaif, karena sesungguhnya Penduduk kota Thaif tidak mengetahui bahwa dirinya adalah utusan Allah.

Malaikat Jibril pun memuji akhlak nabi dan berkata, Maha benar zat Allah yang telah memberikan Rasulullah gelar ar-Rahim, orang yang memiliki penuh kasih sayang kepada orang lain.

Guru Hidayatullah pun menceritakan dalil hadits yang sering disampaikan oleh Bupati Zairullah Azhar, yaitu irhamu man fil ardhi, yarhamukum man fissama (sayangilah siapa pun yang ada di bumi maka zat atau penduduk langit pun akan menyayangimu). Bagi siapa pun yang tidak memiliki rasa kasih sayang maka tidak dikasihi oleh Allah dan para malaikatnya. Kebaikan-kebaikan rasa kasih sayang mendapatkan balasan langsung dari Allah ta’ala.

Pada riwayat lain yang mengisahkan tentang akhlak Nabi Muhammad Saw memiliki sifat lemah lembut dan kasih sayang kepada siapa pun. Yaitu, ketika Nabi Muhammad sedang duduk-duduk bersama sahabat tiba-tiba datang seorang pendeta Yahudi bernama Zaid bin Sa’nah masuk menerobos barisan sahabat-sahabat nabi dan menarik kerah baju Rasullullah dan berkata dengan keras.

“Bayar utangmu, wahai Muhammad, sesungguhnya turunan Bani Hasyim adalah orang-orang yang selalu mengulur-ulur pembayaran utang!,” kata pendeta Yahudi.

Umar bin Khattab melihat kejadian itu, langsung berdiri dan menghunus pedang, dan berkata kepada Muhammad Rasulullah.

“Wahai Rasulullah izinkan aku menebas lehernya,” kata Umar.

Tapi Rasulullah mengatakan kepada Umar bahwa bukan perilaku seperti itu dirinya diutus oleh Allah, Rasulullah menyarankan kepada orang Yahudi tersebut agar menagih dengan cara yang sopan dan meminta dirinya ditagih dengan cara yang baik pula. Tiba-tiba saja pendeta Yahudi itu berkata.

Baca Juga :  Tandatangani MoU, Pemkab Tanbu Percepat Tangani Keluhan dan Laporan Masyarakat

“Demi Allah yang telah mengutusmu dengan hak, aku datang kepadamu bukan untuk menagih utang. Aku datang sengaja untuk menguji akhlakmu. Aku telah membaca sifat-sifatmu dalam kitab Taurat. Semua sifat itu telah terbukti dalam dirimu, kecuali satu yang belum aku coba, yaitu sifat lembutmu ketika kamu marah. Dan aku baru membuktikannya sekarang.”

Itulah kemuliaan Akhlak Rasulullah, sang teladan yang telah pendapat pujian dari Allah sebagai nabi dengan akhlak yang berada di atas semua akhlak yang agung, disebutkan dalam Qur’an surah al-Qalam ayat 3.

Pada akhir tausiah, Guru Hidayatullah berharap semoga Allah memberikan kepada jamaah rasa saling mengasihi, saling menghormati, saling menghargai. Ada rasa cinta sehingga terjadi keharmonisan diantara jamaah. Masyarakat cinta kepada pemimpin dan pemimpin cinta pada masyarakat, cinta kepada bawahannya sehingga terjadi kinerja yang lebih baik dan unggul, serta mendapatkan keridhaan Allah Swt. (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *