Informasi Tajam dan Terpercaya

Program Inovasi ‘Kamu Jodohku’ Permudah 7 Dokumen Nikah

TANAH BUMBU – Ini bukan cinta ditolak dukun bertindak tetapi ketika cinta terpaut, Disdukcapil dan Kemenag bertindak dengan program inovasi ‘Kamu Jodohku.’

Program ‘Kamu Jodohku’ adalah program inovasi yang terintegrasi antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tanah Bumbu dengan Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia Kabupaten Tanah Bumbu bekerja sama menyediakan 7 dokumen yang termaktub dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS), acara berlangsung dihadiri seluruh Kepala KUA dan 12 Camat Kabupaten Tanah Bumbu.

Lima Dokumen yang akan dikeluarkan oleh Disdukcapil bagi mereka yang akan menikah, yaitu Kartu Keluarga (KK) yang dipecah menjadi tiga, yakni KK pasangan yang menikah, KK Orang Tua, dan KK Mertua kemudian KTP baru bagi suami dan istri yang baru menikah.

Sementara itu Kemenag mengeluarkan Buku Nikah dan Kartu Nikah. Semuanya menjadi 7 dokumen ‘Kamu Jodohku.’

Perjanjian Kerja Sama ini ditanda tangani oleh Plt Kadis Dukcapil Tanah Bumbu Gento Hariyadi dan Kepala Kemenag Tanah Bumbu republik Infonesia H. Said Muhdari di Kantor Kemenang Kabupaten Tanah Bumbu. Senin, 03/01/2022).

Menurut Said Muhdari, dengan kerja sama ini maka pasangan yang baru menikah memperoleh Buku Nikah, KTP eletronik, Kartu Keluarga yang sudah berubah status.

Sementara itu Gento menjelaskan lebih detail bahwa Disdukcapil mengeluarkan 5 dokumen terbaru yakni KK baru bagi pasangan yang baru menikah, perubahan KK bagi orang tua mempelai, KK perubahan bagi mertua, KTP elektronik pasangan suami dan istri dengan status kawin.

Mekanisme alur yang digunakan adalah Disdukcapil menerima data dari KUA kemudian data diproses oleh petugas.

“Seminggu sebelum perkawinan, berkas sudah harus diterima petugas Disdukcapil Tanbu melalui Link tersebut. Pada hari pernikahan, pasangan menerima tujuh dokumen sekaligus,” ujar Gento Hariyadi.

Baca Juga :  Fildan Getarkan Istana Anak Yatim

Di Tanah Bumbu punya istilah ‘Kamu Jodohku,’ sementara kabupaten kota yang lebih dulu melakukan kerja sama dengan KUA menggunakan istilah unik masing-masing diantaranya, Kabupaten Pakpak Bharat ‘Bulan Madu Dapat Akta,’ Tana Tidung ‘Yandu Bais,’ Lombok Timur ‘Si Cantik,’ Kabupaten Klaten ‘Tanduk Katah,’ Kabupaten Tabalong ‘Peti Pusaka,’ Magetan ‘Kado Hidupku,’ dan Kabupaten Banjar ‘Pakulih Anam.’ (MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.