Informasi Tajam dan Terpercaya
Bisnis  

9 Tahun Geluti Usaha, Russell Pemuda Terkaya Dunia

Florida – Austin Russell ‘si pencipta mobil  tanpa awak’ dinobatkan oleh majalah forbes tahun 2021 sebagai orang terkaya termuda diusia 26 tahun. Sabtu, (1/1/2022).

Meski Russel harus drop out dari kampus Stanford University jurusan fisika, dia tetap menerima tantangan dari pengusaha pendiri Paypal, Peter Thiel, untuk berhenti kuliah dan menerima imbalan 100.000 dollar atau 1,4  miliar rupiah diusia 17 tahun kemudian menggunakan uang tersebut merintis perusahaan Luminar Technology bergerak dibidang perangkat mobil.

Russel sejak kecil punya ketertarikan tentang teknologi laser dan optik. Dalam perjalanan usahanya, Russel berhasil menciptakan teknologi lidar yaitu sensor pemetaan digital, laser memindai pandangan menjadi 3 dimensi terhadap lingkungan di sekitar mobil, dan inilah cikal bakal penggerak mobil tanpa awak.

Pada tanggal 3 Desember 2020 saat usinya 25 tahun, Russel mencoba mendaftarkan perusahaannya go public bursa saham Amerika Serikat melalui merger dengan Gores Metropoulos. Harga saham Luminar pertama kali dilepas sebesar USD 18, pasar merespon dan langsung naik 37 persen. Russell mengantongi 104,7 juta lembar saham dan itu yang membuatnya memiliki kekayaan USD 1,9 miliar (sekitar Rp 26,879 triliun).

“Ini benar-benar tidak nyata walau masuk akal dan sulit menjelaskan dikotomi atas keduanya, namun tentu ini selalu jadi tujuan,” ucap Russell dikutip CNBC.

Lima bulan kemudian tepatnya 26 Mei 2021, untuk pertama kalinya Forbes mencatat lonjakan harta Austin Russel sebanyak 2,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp 31,46 triliun (kurs Rp 14.300 per dolar AS) dan menetapkan Russel sebagai orang terkaya termuda dengan usaha sendiri.

Terakhir, saham Luminar naik dalam perdagangan setelah jam kerja, tetapi saham telah bergejolak baru-baru ini. Investor masih mencari tahu teknologi dan perusahaan mana yang memiliki solusi terbaik. Stok Luminar turun 64% dari level tertinggi 52 minggu di bulan Desember 2021 tetapi naik 75% dari level terendah 52 minggu di bulan Oktober. Saham turun sekitar 49% tahun ini dan turun sekitar 13% selama tiga bulan terakhir. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.